Saturday, 28 January 2023

Berita

Berita Utama

BP3MI Sulawesi Tenggara Fasilitasi Pemulangan PMI Terkendala Dari Kairo

-

00.10 18 October 2022 364

BP3MI SULAWESI TENGGARA FASILITASI PEMULANGAN PMI TERKENDALA DARI KAIRO

Kendari, BP3MI (17/10) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra) memfasilitasi pemulangan PMI terkendala dari Kairo, Mesir sampai ke daerah asal pada hari Sabtu siang  Pukul 13.00 WITA (15/10/2022).

Berdasarkan surat Koordinator P2KTKI Bandara Soetta Nomor 244/P4MI Bandara Soekarno-Hatta/X/2022 Perihal Pemulangan PMI Terkendala asal Kendari Prov. Sulawesi Tenggara. Berdasarkan keterangan yang diperoleh bahwa PMI an. Sri Puji Hastuty berangkat bekerja di Kairo pada Februari tahun 2021 secara non prosedural dan bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan gaji 3000 Dollar.

Sri Puji Hastuty sempat mendapatkan kekerasan dari majikan perempuan. Kemudian PMI tersebut diarahkan oleh majikan laki-lakinya untuk lari ke KBRI Kairo untuk dipulangkan ke Indonesia. PMI tersebut pulang dari Kairo dan tiba di Jakarta pada tanggal 10 Oktober 2022. Kemudian pada tanggal 15 Oktober 2022 PMI terkendala tersebut dipulangkan ke daerah asal dari Bandara  Soekarno-Hatta menuju Bandara Haluoleo Kendari dengan menggunakan meskapai Batik air  dan tiba di Bandara Haluoleo pada hari Sabtu (15/10/22) Pukul 13.00 WITA yang dijemput langsung oleh Pengantar Kerja BP3MI Sulawesi Tenggara bersama staf untuk diantar ke daerah asal untuk diserah terimakan ke pihak keluarga.

Sebelum di antar ke daerah asal yang beralamat di Jl. Balaikota III Kel. Kadia Kota Kendari, Rusli selaku Pengantar Kerja Ahli Muda BP3MI Sulawesi Tenggara memberikan nasehat kepada Sri untuk tidak lagi berangkat secara non prosedural ke luar negeri, ia mengingatkan jika ingin bekerja ke luar negeri berangkatlah secara prosedur yang benar dengan mengikuti aturan yang berlaku.

Ibu dari Sri Puji Hastuty tersebut mengucapkan terimakasih kepada BP2MI melalui BP3MI Sulawesi Tenggara yang telah memfasilitasi pemulangan anak saya sampai ke daerah asalnya.** (Humas/BP3MI Sulawesi Tenggara).