Tuesday, 28 September 2021

Berita

Berita Utama

Tingkatkan Kesejahteraan Desa, BP2MI Beri Pelatihan bagi 20 PMI Purna Desa Kebon Ayu

-

00.06 28 June 2021 784

Tingkatkan Kesejahteraan Desa, BP2MI Beri Pelatihan bagi 20 PMI Purna Desa Kebon Ayu

Lombok Barat, BP2MI (28/6) - Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, membuka kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Bidang Agrikultur Budidaya Golden Melon PMI Purna dan Keluarganya, di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (28/6/2021). Kegiatan ini bertujuan melatih skill kewirausahaan dan pendampingan para PMI purna dalam hal budidaya buah melon dengan cara hidroponik yang nantinya akan diekspor ke luar negeri sehingga dapat menambah pendapatan Desa Kebon Ayu dan 4 dusun di dalamnya. 

Kegiatan pemberdayaan PMI Purna ini melatih sebanyak 20 orang PMI purna yang berasal dari beberapa dusun di desa Kebon Ayu, dengan menggandeng PMI purna dari Malaysia, Rasudi, sebagai pelatih dan pendamping. Pelatihan ini dimulai sejak Senin (28/6/2021) hingga Kamis (1/7/2021) di Desa Kebon Ayu.

Dalam sambutannya, Benny mengharapkan kegiatan ini bisa dilakukan di desa-desa lainnya untuk pemberdayaan PMI purna dan keluarganya.

"Semoga kerja sama UPT BP2MI Mataram dengan Pak Rasudi dan Desa Kebon Ayu untuk usaha mandiri budidaya golden melon hidroponik dengan konsep agrowisata dapat berjalan dengan baik. Mereka yang sukses adalah mereka yang mau bekerja keras untuk mencapai kesuksesannya," ujar Benny

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Barat, Muhammad Yamil, berterimakasih kepada BP2MI yang telah memberikan kepercayaan kepada warga Lombok Barat, khususnya Desa Kebon Ayu, untuk melaksanakan pelatihan pemberdayaan PMI di tempat tersebut. 

"Ini adalah kesempatan yang baik untuk para CPMI di Lombok Barat mempersiapkan diri dengan matang sebelum bekerja ke luar negeri, baik itu dari segi keahlian, bahasa, dan skill lainnya," jelas Yamil. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BP2MI juga mendatangi lokasi budidaya golden melon milik Rasudi. 

"Mudah-mudahan usaha Bapak Rasudi dapat mengisnpirasi para PMI lainnya dan dapat menjadi sumber ekonomi yang bermanfaat bagi PMI. Diharapkan untuk PMI yang sudah kembali ke Indonesia dapat meggunakan uang yang mereka kumpulkan untuk berbisnis atau membuka usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga," tutup Benny. 

Selain 20 peserta, dalam kegiatan pembukaan pelatihan ini juga dihadiri oleh stakeholder terkait, yaitu Disnakertrans Lombok Barat, Dinas Pertanian, Dinas UMKM dan Koperasi, BPJS ketenagakerjaan, Bank BNI, BSI, Bank Mandiri, dan PT Pegadaian. ** (Humas/Ulv/LD)