Tuesday, 16 July 2024

Berita

Berita Utama

BP2MI Lepas 87 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan dan Jerman

-

00.05 13 May 2024 1200

BP2MI Lepas 87 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan dan Jerman

Jakarta, BP2MI (13/5) –  Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas 87 Pekerja Migran Indonesia Program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan dan Jerman. Mereka terdiri dari 85 orang Pekerja Migran Indonesia dengan tujuan negara penempatan Korea Selatan dan 2 orang Pekerja Migran Indonesia dengan tujuan negara penempatan Jerman.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani kembali mengingatkan bahwa Pekerja Migran Indonesia harus memiliki tekad dan kesungguhan dalam bekerja, agar tidak menjadi Pekerja Migran Indonesia kaburan.

“Terutama untuk sektor fishing, saya ingatkan untuk hati-hati di Korea dan jangan jadi kaburan. Salah satu kasus terbanyak dari kalian adalah menjadi kaburan. Ini yang menjadi keluhan duta besar dan Pemerintah Korea. Kalau anda kabur berarti anda sudah menjadi illegal atau nonprosedural yang mana jika anda terkena razia oleh Pemerintah Korea, anda bisa dikenakan sanksi denda sekitar 400 juta,” jelas Benny.

Jumlah Pekerja Migran Indonesia untuk Program G To G Korea Selatan yang sudah berangkat terhitung dari tanggal Januari 2024 (Batch 1) hingga 13 Mei 2024 (Batch 20), sudah mencapai 3.738 orang Pekerja Migran Indonesia. Sedangkan untuk Program G To G Jerman yang sudah berangkat sebanyak 135 orang Pekerja Migran Indonesia, terhitung dari Januari (Batch 1) hingga 13 Mei 2024 (Batch 2).

Pada pelepasan yang dilaksanakan di Aula K.H. Abdurrahman Wahid BP2MI, dihadiri langsung oleh seluruh Pekerja Migran Indonesia Program G To G Korea sebanyak 85 orang yang keseluruhannya berjenis kelamin laki-laki, dan untuk Pekerja Migran Indonesia Program G To G Jerman sebanyak 2 orang yang keduanya adalah perempuan dihadiri secara daring.

Benny juga menyampaikan pesan kepada Pekerja Migran Indonesia yang akan berangkat untuk memaksimalkan ilmu dan pengetahuan yang akan mereka dapat di negara penempatannya masing-masing.

“Jadi kalian tidak hanya bekerja untuk mengumpulkan uang saja, tapi saya harapkan juga terjadinya transfer of knowledge. Kalau suatu saat nanti kalian kembali ke tanah air dan membuka usaha, kalian kembali bisa membuka peluang kerja untuk orang orang kita. Pelajari apa yang dapat dipelajari disana, ambil hal-hal positif nya dan terapkan disini,” pesan Kepala BP2MI.

Di akhir kesempatannya pada pelepasan Pekerja Migran Indonesia, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mendoakan yang terbaik untuk para Pekerja Migran Indonesia yang akan berangkat ke negara tujuan penempatan, serta mengingatkan untuk selalu menjaga nama baik negara dan mengingat tanah air tercinta. **(Humas/BP2MI/AA)