Saturday, 15 June 2024

Berita

Berita Utama

BP3MI Sultra Bahas Tindak Lanjut MoU Dengan Pemerintah Daerah Wakatobi

-

00.01 12 January 2023 712

BP3MI Sultra Bahas Tindak Lanjut MoU Dengan Pemerintah Daerah Wakatobi

Kendari, BP3MI (11/01) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra) Melakukan kunjungan koordinasi ke Pemda Kab. Wakatobi terkait tindak lanjut MoU dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang diterima langsung oleh Plh. Sekda Kab. Wakatobi, Nursiddik dan Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja La Ode Boa, yang bertempat di Kantor Bupati Wakatobi, Rabu 11 Januari 2023.

Saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Haliana, Bupati Wakatobi, La Ode selaku Kepala BP3MI Sultra mengatakan, bahwa hasil kerjasama antara BP2MI dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Wakatobi mengenai langkah-langkah apa yang harus dilakukan pemda Wakatobi mengingat Wakatobi sebagai sumber PMI dimana dari Bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2022 Jumlah PMI asal Wakatobi yang melakukan registrasi ID di siskop2mi adalah 393 orang namun yang melakukan proses E-PMI hanya 4 orang. Oleh karena itu langkah awal yang perlu dilakukan Pemda Wakatobi bersama BP3MI Sultra adalah melakukan sosialisasi secara masif.

Lebih lanjut La Ode Askar juga mengatakan bahwa MOU antara BP2MI dengan Pemda Wakatobi sesuai dengan harapan Kepala BP2MI bahwa MOU ini bukan hanya sekedar dokumen namun butuh action ril dilapangan. Ada beberapa hal yang paling urjen yang harus dilakukan yaitu sosialisasi, fasilitasi pemulangan PMI, pendidikan dan pelatihan serta pelatihan kewirausahaan.

Menanggapi hal ini Bupati Wakatobi Haliana menginginkan sosialisasi agar segerah dilakukan dan akan diprakarsai oleh pemerintah daerah. Dan sosialisasi ini akan dilakukan secara besar-besaran yang menjangkau semua Kecamatan yang ada di Kab. Wakatobi. “Fasilitasi pemulangan PMI pemda Wakatobi sudah mengalokasikan anggaran sehingga fasilitasi pemulangan PMI pemda Wakatobi yang akan memfasilitasi, dan untuk pendikan dan pelatihan serta pelatihan kewirausahaan belum mengalokasikan anggaran untuk hal tersebut,” Pungkas Haliana** (Humas BP3MI Sulawesi Tenggara).