Sunday, 14 April 2024

Berita

Berita Utama

Sepanjang 2023, BP2MI Lepas 84 Pekerja Migran Indonesia Perawat ke Jerman

-

00.01 2 January 2024 569

Sepanjang 2023, BP2MI Lepas 84 Pekerja Migran Indonesia Perawat ke Jerman

Tangerang, BP2MI (2/1) – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas Pekerja Migran Indonesia Program Government to Government (G to G) Jerman. 

Digelar di Lounge Pekerja Migran Indonesia Bandara Internasional Soekarno – Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (2/1), Direktur Penempatan Pemerintah Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI, Dyah Rejekiningrum, menyebut hingga tahun 2023, BP2MI telah melepas sebanyak 84 Pekerja Migran Indonesia dengan jabatan perawat ke Jerman .

“Kami tahun 2023 sudah melepas 84 Pekerja Migran Indonesia perawat, yang tersebar di 10 kota di Jerman. Kebetulan paling banyak ada di Frankfurt yaitu 30. Jadi per hari ini berangkat lagi, ada 32 rekan kalian yang di Frankfurt,” ujar Dyah.

Dyah melanjutkan, gaji para Pekerja Migran Indonesia di Jerman tersebut pun cukup tinggi. Ia menyebut para pekerja migran dapat memperoleh gaji hingga 2.500 Euro.

“Gajinya karena di angka 2500-an Euro, berarti sudah masuk di angka 43 juta brutonya. Tapi kan itu bruto. Jadi harus juga di-maintain dengan baik, karena akomodasi masih menjadi tanggung jawab dari pekerja migran,” jelasnya.

Para Pekerja Migran Indonesia Program G to G Jerman pun patut bersyukur. Ini karena investasi Pemerintah Jerman kepada Warga Negara Indonesia cukup tinggi. Ini bisa dilihat dari pembebanan biaya penempatan yang cukup banyak dibebankan kepada pemberi kerja.

“Pemeriksaan medical check up, vaksin, semuanya di-reimburse. Kemudian pelatihan diberi modul, narasumber juga dari pihak Pemerintah Jerman. Selanjutnya tiket sudah disiapkan, dan tiketnya ini tidak murah. Apalagi di akhir tahun dan awal tahun bisa di angka 20 jutaan untuk ke Jerman. Kemudian dari daerah asal ke Jakarta pengalaman yang sebelumnya masih di-cover. Jadi sebetulnya tidak mengeluarkan cost besar. Ke Jakarta juga sudah diganti semuanya,” tutur Dyah.

Dyah menutup dengan berpesan, agar para Pekerja Migran Indonesia tetap menjaga budaya-budaya baik yang telah didapat di tanah air. 

“Kalau yang shalat tetap rajin. Kalau yang beribadah ke gereja tetap kita jalankan, dan silaturahmi dengan kanan kiri tetap kita jaga. Jangan arogan karena begitu nanti kita dicap satu pekerja migran kita tidak pantas, yang dirugikan bukan hanya satu orang itu, tapi juga adik-adik berikutnya yang akan menyusul, dan kemudian atas nama negara,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilepas sebanyak dua Pekerja Migran Indonesia Program G to G Jerman. Pada bulan Januari 2024 ini, telah dijadwalkan keberangkatan sebanyak 18 Pekerja Migran Indonesia Program G to G Jerman. **(Humas/MSA/YH)