Friday, 22 October 2021

Berita

Berita Utama

Terima Para Calon Duta Besar, Kepala BP2MI Titipkan Misi: Sinergi dan Kolaborasi

-

00.09 20 September 2021 270

Terima Para Calon Duta Besar, Kepala BP2MI Titipkan Misi: Sinergi dan Kolaborasi

Jakarta, BP2MI (20/9) Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, menerima kedatangan Enam calon Duta Besar (Dubes) di kantor BP2MI jalan MT. Haryono Kav. 52, Pancoran, Jakarta Selatan. Senin 20/9/2021.

Dalam pertemuan dan ramah tamah di Command Center BP2MI, Kepala BP2MI menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi. "Dalam proses kepulangan, BP2MI tidak hanya mengurus para PMI yang berangkat secara resmi namun juga yang tidak resmi. Dalam konteks ini, sinergi dan kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri melalui KBRI, termasuk berkaitan data dan informasi PMI menjadi sangat penting. Mudah-mudahan kita dapat terus melakukan sinergi dan kolaborasi ketika nanti telah bertugas di negara penempatan,” harapan dari Benny kepada para calon Dubes.

Agenda Ramah tamah dihadiri oleh Lena Maryana (Calon Dubes RI untuk Kuwait), Ardi Hermawan (Calon Dubes RI untuk Kerajaan Bahrain), Ade Padmo Sarwono (Calon Dubes RI untuk Yordania merangkap Palestina), Abdul Aziz Ahmad (Calon Dubes RI untuk Arab Saudi), Anita Lidya Luhulima (Calon Dubes RI untuk Polandia) dan Dewi Gustina Tobing (Calon Dubes RI untuk Sri Lanka merangkap Maladewa).

Selesai ramah tamah, Kepala BP2MI mengajak para calon Dubes untuk meninjau salah satu fasilitas utama pendataan PMI yakni Command Center BP2MI. Benny menjelaskan,  sistem pengelolaan Data dari Command Center dapat menampilkan Informasi para PMI secara aktual by name by address. 

“Dari data yang ditampilkan di monitor, kita dapat mengetahui informasi detail tentang PMI, dari mana asalnya, di mana penempatannya, masa kontrak, hingga gaji yang harusnya diterima. Jadi, jika ada laporan seorang PMI tidak mendapatkan haknya sesuai kontrak, kita dapat kejar dan memberikan sanksi wanprestasi kepada perusahaan penempatannya” tutur Benny.

Hingga saat ini, lanjut Benny, jumlah pengaduan yang masuk ke SISKOP2MI  sebanyak 42.293 pengaduan dengan 32.299 pengaduan berasal dari kaum perempuan. “Kekerasan kepada PMI, pekerjaan yang tidak sesuai Perjanjian Kontrak, hingga meninggal di negara penempatan adalah contoh-contoh kasus yang sering dilaporkan ke BP2MI” terangnya.

Untuk itu, Benny mendorong agar masyarakat yang berniat mencari pekerjaan keluar negeri untuk berangkat secara resmi dan prosedural. 

Lena Maryana, Calon Dubes RI untuk Kuwait, berharap data dan informasi ini nantinya dapat berbentuk single identity yang terintegrasi dengan Sistem Adminitrasi Kependudukan (Adminduk). “Kami atas nama Calon Duta Besar Indonesia berterima kasih dan sangat mengapresiasi kerja-kerja yang telah dilakukan oleh BP2MI, dan khususnya, Bapak Benny Rhamdani” kata Lena.

Hadir pula secara virtual dalam pertemuan ini, Siswo Pramono, Ph.d (Calon Dubes RI untuk Australia merangkap Vanuatu), Gandi Sulistiyanto Soeherman (Calon Dubes RI untuk Republik Korea), Ina Hagniningtyas (Calon Dubes RI untuk Republik India merangkap Bhutan), Suwartini Wirta (Calon Dubes RI untuk Republik Kroasia), Ghafur Akbar Dharmaputra (Calon Dubes RI untuk Ukraina), Fientje Maritje Suebu (Calon Dubes RI untuk Selandia Baru merangkap, Samoa, Tonga, Kepulauan Cook, dan Niue), Bebeb A.K. Nugraha Djundjunan (Calon Dubes RI untuk Yunani) dan  R. Pribadi Sutiono, Ph.D (Calon Dubes RI untuk Republik Slowakia)*(Humas/YH/AH)